Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, May 4, 2012

5 Kebiasaan yang Buat Kamu Terlihat Tua


Produk perawatan wajah anti-aging memang sudah banyak dijual di pasaran. Namun, jika Anda tetap melakukan kebiasaan buruk, semahal apapun produk anti-aging Anda, itu tidak akan memberikan hasil yang signifikan.

Terlihat tua tidak hanya tentang wajah yang berkerut saja, penurunan energi juga merupakan tanda-tanda Anda mengalami penuaan. Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menyebabkan Anda terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Berikut lima kebiasaan buruk yang dikutip dari sheknows.
1. Makan terlalu banyak
Makan terlalu banyak tentu saja menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh, hal ini juga berlaku saat memakan buah dan sayuran terlalu banyak. Tidak hanya menambah berat tubuh saja, Anda bisa terkena risiko awal penyakit jantung dan diabetes.
Sebaiknya perhatikan asupan kalori dan lemak dalam tubuh. Jika berolahraga bukanlah pilihan Anda, tips ini bisa menjadi pilihan agar tubuh tetap langsing.

2. Menatap layar terlalu lama
Apakah Anda termasuk orang yang suka berlama-lama menonton televisi, bermain video game atau bekerja di depan komputer? Hati-hati, beberapa hal ini memiliki dampak buruk pada penglihatan (mata Anda lebih juling saat meilihat ke layar komputer), berat badan (terlalu banyak duduk tidak membakar kalori) dan otak (perlu adanya stimulasi aktif pada otak untuk menghindari degenerasi). Oleh karena itu, batasi jumlah pemakaian komputer atau televisi sekarang juga, Anda pun akan segera melihat perbedaannya.

3. Stres
Stres memiliki dampak negatif terhadap semua aspek kesehatan tubuh. Mulai dari efisiensi detak jantung hingga bagaimana otak Anda bereaksi terhadap situasi tertentu. Cara menghindari stres adalah dengan berani berkata tidak. Sebagian besar stres yang dialami berasal dari ketidakmampuan Anda mengambil keputusan. Muka yang murung dan kusam saat stres membuat Anda tampak lebih tua dari usia yang sebenarnya.

4. Kurangnya frekuensi bercinta
Untuk Anda pasangan suami istri, kehidupan seks yang sehat dan aktif adalah kunci utama untuk mempertahankan energi muda. sebuah penelitian menemukan bahwa bercinta terbukti mengurangi stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kekuatan jantung.

5. Pemutar musik portable
Kemajuan teknologi memungkikan Anda mendengarkan musik dimanapun. Namun, tahukan Anda mendengarkan musik dengan headset terlalu sering bisa mengakibatkan kerusakan pada kualitas pendengaran. Tidak ada satu hal pun yang membuat Anda merasa lebih tua daripada menyadari bahwa pendengaran Anda sudah lagi tidak maksimal. Sebaiknya batasi pemakaian headset dan jaga volume musik pada tingkat yang nyaman dan aman.
Sumber

Sunday, April 29, 2012

Mengapa Setelah Makan Kita Merasa Ngantuk?



Banyak orang yang jadi mengantuk dan ingin sekali tidur sehabis makan padahal sedang dalam kondisi kerja. Sebenarnya kondisi ini tidak normal, karena setelah makan seharusnya tubuh menghasilkan energi yang membuatnya segar. Tapi jika Anda selalu ngantuk sehabis makan, sebaiknya ketahui sebab-sebabnya.


Mengantuk adalah salah satu tanda yang diberikan oleh tubuh agar seseorang beristirahat. Tapi jika selalu mengantuk sehabis makan itu pertanda ada yang salah dalam makanannya, enzimnya atau kondisi kadar gula darahnya.


Seperti dikutip dari Helium dan Steadyhealth, Selasa (20/4/2010) ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan, yaitu:


1. Kekurangan enzim


Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi.


Terdapat tiga jenis enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang berfungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun.


Saat sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberikan energi.


Tapi bagi orang yang kekurangan enzim, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena ada gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk.


2. Penggabungan makanan yang tidak tepat


Kebanyakan dari masyarakat tidak mengetahui mengenai penggabungan makanan (food combining) yaitu cara menggabungkan makanan agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi.


Beberapa jenis makanan membutuhkan enzim tersendiri agar bisa dicerna seperti protein memerlukan protease, karbohidrat memerlukan amilase dan lemak memerlukan lipase. Ketika seseorang mengonsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan, maka bisa menimbulkan konflik enzim dalam pencernaan.


Usahakan untuk menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau, tapi bukan kentang atau wortel), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengonsumsi buah saja atau mengonsumsi 60-80 persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energi.


3. Pengaruh salah satu neuron


Alasan seseorang mengantuk setelah makan adalah neuron orexin. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon.


Ketika kadar gula darah meningkat, hal ini mengakibatkan kerja dari neuron orexin dihambat. Akibatnya seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.
Sumber


Ngantuk Setelah Makan Siang 
Ngantuk setelah makan siang, problema banyak orang ne. Ketika waktu menunjukkan istirahat siang di kantor, perut terasa lapar dan tanpa banyak ba-bi bu kita menyikat makan siang yang ada. Setelah itu , lega dan kenyang plus ....ngantuk..Hooaaaahemmm...


Ini penyakitnya. katanya istilahnya disebut gejala food coma. Yaitu rasa kantuk yang menyerang setelah makan kenyang. Padahal setelah makan siang , kerjaan masih ada dan perlu konsentrasi tinggi. Sepertinya banyak orang yang mengalami kebiasaan ngantuk setelah makan siang, nggak cuma saya.. heheh.
Apa sebabnya ya ? Katanya makanan memberikan energi .. Ada yang salah? ternyata tidak. Ini adalah sifat alamiah manusia dan kinerja metabolisme tubuhnya.


Dari pendapat para ahli, ada banyak sebab kita mengantuk setelah makan siang . Berikut penjelasannya :
Masa produktif manusia berkisar dari pagi hari sampai menjelang waktu makan siang. Setelah makan siang, produktivitas kita biasanya segera menurun. Padahal tubuh terisi penuh makanan, tetapi kenapa malah produktivitas menurun ?


Menurut ahli nutrisi Dr. Allan Spreen, yang harus dilakukan adalah menyesuaikan waktu makan dengan bioritme tubuh kita. Kita biasanya memiliki jadwal mkan rutin yaitu waktu mkan utama adalah sarapan pada jam 8.00, makan siang pada jam 12.00 dan makan malam pada jam 19.00. Dengan jadwal makan seperti ini, food coma sering terjadi pada jam 10.00 (2 jam setelah sarapan), jam 14.00 (2 jam setelah makan sian) dan jam 16.00 (3 jam sebelum makan malam). 


Sehingga dua jam setelah waktu sarapan dan makan siang, tubuh terasa lebih lemah dan mengantuk akibat aktivitas seluruh tubuh mengolah dan menyerap makanan. Sementara tiga jam sebelum makan malam, tubuh terasa lemas akibat kadar gula darah yang menurun.Agar tetap fit dan tidak mengantuk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :


- Jangan lewatkan sarapan pagi. Tanpa sarapan, tubuh tidak memiliki energi untuk beraktivitas sampai siang.


- Hindari makanan yang mengandung gula cukup tinggi seperti tart, coklat. Karena makanan yang berkalori cukup tinggi akan menimbulkan rasa kenyang.


- Khusus untuk makan siang pilihlah porsi sedang, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.


- Sambil menanti waktu makan malam, kita bisa makan cemilan atau mengulum permen yang berfungsi mencegah penurunan kadar gula dalam tubuh. Tidak perlu ngemil banyak, asalkan perut tetap dalam kondisi terisi (bukan penuh).


Ada juga yang bilang begini :
Sebab ngantuk setelah makan siang :


Pertama, makan siang yang mengandung banyak karbohidrat akan menyebabkan rasa kantuk. Karbohidrat berperan dalam mengubah keseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Kalau mau tetap terjaga setelah makan siang, makanlah makanan yang banyak mengandung protein, karena makanan yang banyak mengandung protein akan membuat kita tetap terjaga. Kalau mau lebih ampuh, tambahkan saja 3 gelas martini pada menu makan siang Anda. Kantuk pun akan terinduksi.


Kedua, kalangan peneliti yang mengamati pola tidur manusia juga menemukan bahwa ada keadaan bawaan sejak lahir pada manusia untuk tidur sejenak pada sore hari. Penelitian ini melibatkan relawan yang diisolasi dari seluruh aktivitas sehari-hari baik siang atau malam, dan dibiarkan menjalani pola tidurnya sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka cenderung secara teratur mengalami satu sesi tidur panjang dan satu sesi tidur selama satu hingga dua jam sekitar 12 jam setelah pertengahan periode utama.


Kemungkinan ketiga, mengantuk sendiri berhubungan dengan jam tidur. Rata-rata orang dewasa sebenarnya memerlukan tidur selama 8 hingga 9 jam pada malam hari. Tetapi kebanyakan orang hanya tidur selama 7 jam, dan banyak yang tidur selama 6 jam atau kurang selama minggu kerja. Jadi ya mungkin saja kita merasa ngantuk karena kurang tidur.


Keempat rasa ngantuk tsb justru muncul karena makan siang yg dilakukan dalam jumlah porsi yg banyak, sehingga lambung membutuhkan tenaga ektra utk mengolah makanan yg ada dalam perut, dan menyebabkan syaraf2 diotak letih yg mengakibatkan kita mengantuk.


Makan bermanfaat untuk mengambil energi dari makanan (force discharging), untuk itu dibutuhkan energi. Mengantuk adalah kondisi otak untuk “beristirahat”. Jika sebagian energi digunakan untuk force discharging terhadap biobody/makanan, maka otak kurang pasokan energi, akibatnya ingin beristirahat,mengantuk. Karbohydrad lebih sulit dipecah/didegradasi dari pada sayuran karena quanta karbohydrat tinggi sedangkan sayuran lebih tinggi tifacknya.


Sooo.. kalau ngantuk pulang aja. nggak usah kerja..hehe 


Wednesday, April 18, 2012

Efek Minum Air Sambil Berdiri

 

Rupanya hadist Nabi yang melarang kita untuk minum sambil berdiri ada manfaatnya juga ya...

Bila kita minum sambil duduk, air yang kita minum akan disaring oleh sphincter. Sphincter adalah suatu struktur maskuler ( berotot ) yang bisa membuka ( sehingga air kemih dapat lewat ) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.

Nah jika kita minum berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi langsung menuju kantung kemih sehingga terjadi pengendapan disaluran ureter. Limbah-limbah ( pengendapan ) yang menyisa diureter inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang merupakan salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Salah satu gejalanya adalah susah buang air kecil.
Cara mengatasinya :
1. Biasakan minum sambil duduk
2. Perbanyak minum air putih
Silahkan dicoba.

Tambahan :
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata: ”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.
Muslim dan Turmidzi)

bersabda Nabi dari Abu Hurairah,
“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Friday, April 13, 2012

Bahaya Begadang![Wajib Baca Nehh]

Tahukah bro / sist sekalian, jika begadang dapat menghantarkan berbagai kemungkinan munculnya penyakit. Banyak dampak buruk yang didapatkan karena kurangnya waktu tidur. Selain pekerjaan dan aktivitas sehari-hari menjadi terhambat, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai macam penyakit hadir di tubuh kita. berikut dampak buruk yang bisa dialami flashners jika waktu tidur anda  kurang dari 7-9 jam per hari, dan bila tidur Anda tidak nyenyak.

-    Berbagai rasa sakit bisa timbul
Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.

 -  Risiko kanker lebih tinggi
Sebelumnya mohon maap bila gambarnya ga nyambung, soalnya susah nyari gambar kanker yang ga DP. Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa 'menghapus' manfaat latihan.

-    Memicu rasa gelisah
Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur, karena tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

-    Tampak lebih tua
Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. "Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat," kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.

-    Stres meningkat


Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan bahwa tidur kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

-    Rentan terserang diabetes

Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Hal ini menyebabkan terjadinya proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

-    Antibodi menjadi lemah
Mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya. Perbaiki kualitas tidur, maka kekebalan tubuh Anda akan meningkat.

-    Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat


Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat, sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.


udah tau kan gan bahaya begadang itu kaya gimana, so ikuti kata pepatah bang Haji,
"Begadang jangan begadang, kalo tiada artinya, begadang boleh saja, kalo ada perlunya".

Tips Mengatasi Perut Buncit


Masalah perut buncit, terkadang buat kita risih plus gak pede...yg cowok dibilang gak sixpacks lah...yg cewek dibilang kyak ibu hamil lah,hahaha....nah postingan saya kali ini akan membahas tentang bagaimana cara mengatasi perut buncit. Semoga Bermanfaat!
1. Makan semangkuk rasberi. Hentikan kebiasaan ngemil krupuk, donat, soto, sate kambing, dll. Ganti camilan kamu itu dengan buah rasberi coz buah ini kaya akan serat sehingga bisa menghindakan kamu dari sembelit.


2. Minum banyak air. Sebenernya waktu kamu minum air, kamu lagi memberikan tubuh asupan yang bebas kalori. Manfaat tambahan lainnya adalah memberikan tubuh “pelumas” untuk memperlancar metabolisme tubuh.


3. Jauhi minuman koktil. Ini memang jenis minuman yang bebas alkohol dan menyegarkan. tapi kandungan kalori-nya tinggi. Bahkan dapat memicu munculnya hormon kortisol, yaitu hormon stres yang juga membantu tubuh menyimpan lemak.


4. Duduk dengan benar. Posisi duduk yang membungkuk bikin perut kamu terlihat membuncit. Sedangkan kalo kamu duduk dengan posisi punggung yang tegak, otot-otot perut kamu akan terjaga tetap kencang.


5. Berkebunlah. Tahu nggak? Aktivitas menanam, mengangkat pot, dan menyiram tanaman dapat membakar kalori sebanyak 350 dalam satu jam!


6. Gerakkan pinggul. Tinggalkan sejenak nintendo Wii atau PS3 kamu. Kembalilah ke mainan masa kecil, gunakan hula hoop untuk membakar lemak pada pinggang dan pinggul. Biar lebih afdol, puter musik dangdut kenceng-kenceng dan bergoyanglah!




Sumber

Thursday, April 12, 2012

10 Alasan Untuk Tidak Meminum SoftDrink

Kalau melihat gambar diatas,rasanya seger banget yah?akan tetapi,rupanya softdrink punya efek samping yang dapat merusak kesehatan temen-teman!. Ada beberapa alasan kenapa Sofdrink itu dapat merusak kesehatan kita. nih ada beberapa point artikel yang saya dapatkan dari beberapa sumber :
semoga bermanfaat.


1. Softdrink menguras air dalam tubuh. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita. Untuk mengganti air ini, orang harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang diminum.


2. Softdrink tidak pernah meng-hilangkan rasa haus karena Softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

3. Tingkat kandungan fosfat yang tinggi dalam softdrinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung ( kekurangan magnesium), osteoporosis ( kekurangan kalsium ) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

4. Softdrink dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Jumlah gula yang tinggi dalam softdrinks menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan “benturan gula”, Kelebihan dan kekurangan gula dalam insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidakseimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.

6. Softdrinks sangat mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. Softdrink bila diminum bersamaan dengan kentang goreng akan membutuhkan waktu berminggu minggu untuk di cernakan.

7. Softdrink mengandung aspartame, yang di hubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. Di Amerika, FDA telah menerima lebih dad 10400 keluhan konsumen terhadap aspartame.

8. Softdrink: bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng alumunium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.

9. Softdrink bersifat sangat asam, tubuh manusia secara alamiah memiliki pH 7,0. Softdrink memiliki pH 2,5, artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau randang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang, semakin rendah pH tubuhnya.

10. Jangan pernah berpikir untuk meneguk Softdrink saat anda terkena demam atau flu, Softdrink akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.
Sumber

Wednesday, April 11, 2012

Tips Menggunakan Earphone Supaya Tidak Tuli

Yang namanya melakukan aktifitas terkadang memerlukan suatu refreshing,nan biasanya refresing paling enak ialah mendengarkan lagu,ada yang memekai earphone atau headset ataupun tanpa keduanya. Pemakaian 'earphone' atau alat pendengar secara tidak tepat dan berlebihan bisa menyebabkan ketulian. Masalah ini banyak diderita oleh para remaja. Dan, berdasarkan penemuan Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, hal ini telah dialami oleh beberapa remaja yang menggunakan 'earphone' pada alat pemutar musik dalam pesawat dari Bangkok ke Jakarta dan dari Amerika ke Jakarta.

“Saat sampai di Bandara Cengkareng, telinga mereka menjadi tuli dengan derajat ketulian 110 decibel (db). Sedangkan normal pendengaran kita 0-25 db,” kata Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, Damayanti Soetjipto pada pencanangan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran di SDN 05 Rawasari, Jakarta Pusat, Rabu 3 Maret 2010.

Menurutnya, jika telah terjadi gangguan seperti ini akan sulit untuk diobati dan disembuhkan. Bahkan hal terburuk yang akan terjadi adalah mengalami tuli permanen. Pengobatan yang dilakukan pun hanya bisa mengembalikan derajat ketulian menjadi 55 db dan ini termasuk dalam kategori ketulian derajat sedang-berat yang tidak akan mungkin kembali normal.

Dan perlu diketahui, gejala awal gangguan ini hanya di nada tinggi sehingga sering tidak dirasakan karena umumnya kita bercakap-cakap dalam nada rendah. Setelah semua frekwensi terkena, baru terasa bahwa pendengaran terganggu dan sudah terlambat untuk diobati.

Untuk itu, agar terhindar dari ketulian, gunakan alat pemutar musik dengan baik dan benar. Bagimana caranya, berikut tipsnya :

- Volume tidak boleh lebih dari 80 db atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total volume.

- Jangan terlalu lama mendengarkan musik melalui earphone, apalagi terus menerus. Beri istirahat telinga setiap ½ -1 jam. Sebab jika organ dalam koklea merasa capek, pendengaran bisa mengalami rusak permanen.

- Gunakan alat pemutar musik yang memiliki volume control

- Jangan gunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada lingkungan ramai, sebab di situasi itu Anda cenderung menaikkan volume yang akan merusak pendengaran.

Sumber Lainnya Mengatakan Sebagai Berikut...
Penggunaan earphone yang masuk sampai ke dalam telinga ternyata berbahaya bagi telinga, terlebih jika digunakan dalam waktu yang lama dan volume yang melebihi batas toleransi pendengaran.

Bahaya pengguaan earphone mulai dari suara mendenging atau tinnitus sementara sampai pada kerusakan saraf pendengaran pada telinga. Oleh karena itu, berikut beberapa tips sehat menggunakan earphone bagi telinga:
1. Usahakan copot earphone setiap 20 menit

2. Pasang volume yang tidak terlalu besar, jika anda sudah tidak dapat mendengar suara di sekitar anda, sebaiknya kecilkan volume earphone

3. Pastikan ada label ‘CE’ atau ‘SNI’ pada earphone yang anda beli

4. Jangan pasang earphone sampai menusuk ke dalam telinga

5. Pilih pemutar musik yang suaranya tidak lebih dari 95 desibel
Sumber





Sumber Lainnya Mengatakan Sebagai Berikut...
 Perkembangan teknologi elektronik dan kompresi audio maupun video saat ini semakin canggih, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya produk pemutar file digital portabel. Music Player 3 (MP3), MP4, atau handphone player (iPod) adalah beberapa contoh alat pemutar musik yang sekarang ini digemari masyarakat.

Disamping kualitas yang selalu membaik, bentuk dan ukurannya pun juga semakin beragam dengan harga terjangkau. Umumnya, untuk mendengar lagu favorit orang menggunakan earphone (headset) yang dikenakan di telinga. Tak hanya dalam waktu 1 atau 2 jam, bahkan saat santai orang biasanya betah mendengarkan musik hingga lebih dari lima jam, padahal sebenarnya dalam jangka panjang alat tersebut dapat mengganggu telinga.

Dalam sebuah perangkat pemutar file digital yang didengarkan melalui earphone, energi suara yang dihasilkan adalah berada di atas 90 dB (desibel). Suara dengan intensitas energi sebesar ini kurang lebih sama dengan yang dimiliki oleh mobil atau mesin pemotong rumput. Sehingga dapat dibayangkan berapa besar intensitas energi suara yang masuk ke dalam telinga. Berdasarkan standar kesehatan telinga yang diakui nasional maupun dunia internasional, seseorang hanya diperbolehkan menerima energi suara maksimal 80 dB secara terus menerus selama maksimal delapan jam.

Jika intensitas energi suara yang diterima menjadi dua kali lipatnya atau 83 dB (dalam skala dB), maka maksimal waktu yang diperbolehkan adalah hanya empat jam. Kemudian jika intensitas naik menjadi 86 dB maka durasi waktu yang diperbolehkan hanya dua jam, terlebih jika di atas 90 dB tidak boleh mendengarkan lebih dari satu jam. Hal ini dimaksudkan agar telinga tidak mengalami gangguan pendengaran, baik yang bersifat permanen maupun sementara.

Menurut dr Erlangga Eka G, MKes, Sp.THT, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari Rumah Sakit dr Oen Surakarta, efek penggunaan dari earphone yang terlalu sering akan muncul dalam jangka panjang. “Radiasi maupun frekuensi yang ditimbulkan oleh earphone yang digunakan secara terus-menerus terlebih dengan suara yang keras akan mengganggu syaraf-syaraf pada telinga, akibatnya orang dapat mengalami gangguan fungsi pendengaran,” papar Erlangga.

Mengubah Energi

Dalam proses pendengaran, bunyi yang keluar dari berbagai macam benda ditangkap kemudian dapat didengar oleh telinga melalui sejumlah proses. Saat suara masuk, tulang-tulang pendengaran akan bergetar kemudian diteruskan ke bagian koklea (rumah siput) yang terletak di tengah telinga.

Pada bagian koklea terdapat sel-sel rambut yang berfungsi menangkap rangsangan atau frekuensi suara. Sel ini juga berfungsi mengubah energi akustik menjadi rangsang listrik untuk diteruskan ke pusat persepsi pendengaran di otak.

Menurut Erlangga, suara yang berfrekuensi lebih dari 80 dB dapat membuat sel-sel rambut mengalami kelelahan, jika terus mengalami kelelahan maka lama-kelamaan akan mengalami kerusakan. Kerusakan pada sel rambut menyebabkan terganggunya proses mendengar, akibatnya terjadinya penurunan fungsi pendengaran.

“Jadi perlu waspada bagi masyarakat yang gemar mendengarkan musik hingga berjam-jam dengan earphone karena ketulian dapat menyerang lebih awal. Pada awalnya, telinga yang sering menggunakan earphone tidak merasakan apa-apa. Tetapi ketika hendak mencabut earphone, telinga terasa panas dan berdengung (titinus).

Itu terjadi akibat kelelahan dan kekakuan tinggi koklea yang disebabkan oleh suara musik yang terjebak di dalam telinga bagian tengah. Kelelahan koklea yang terjadi terus-menerus dan tak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran menetap,” paparnya.
Titinus sebenarnya adalah hal yang normal karena merupakan tanda telah terjadi kerusakan di dalam sel rambut.

Namun, akibat seringnya terjadi kerusakan, akan menjadi permanen karena sel-sel yang rusak tidak dapat memperbaiki diri sendiri atau mati. Tak hanya dari earphone, gangguan fungsi pendengaran juga dapat timbul dari penggunaan handphone dan sumber kebisingan lain seperti konser musik, mesin pabrik atau ledakan yang dapat menyebabkan trauma akustik. “Jika terjadi gangguan tuli syaraf, maka salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengenakan alat bantu pendengaran,” pungkasnya. (Ikrob Didik Irawan)

Sumber